Logos Christian School
Andhika Plaza C/10-11, Simpang Dukuh 38-40 Surabaya 60275
545-2244, 0852-3200-3300, info@logos.sch.id
Loading Quotes...

INTEGRATION LEARNING, FAITH AND PRACTICE

Kata-kata itu sering kali kita dengar belakangan ini, namun sering kali pula kita sukar untuk “membayangkan” bagaimanakah bentuk dari pada integration learning, faith and practice (ILFP) tersebut.

Jika kita melihat kata-kata yang ada pada ILFP, maka ada 3 komponen yang akan diintegrasikan. Yaitu komponen learning (belajar), faith (iman) dan practice (praktek) sehari-hari.

Bagaimanakah kita mengintegrasikannya? Apakah matematika akan ditarik ke Iman atau iman ke dalam matematika? Lalu bagaimana dengan pelajaran natural science (IPA)? Apakah juga demikan? Lalu bagaimana dengan pelajaran Art (kesenian) seperti menggambar? Rasanya sangat sulit kita membayangkan hal ini bukan? Apakah anda juga merasakan kesulitannya?

Nah, jika anda mengatakan bahwa anda bingung melihat integrasi antara matematika dengan iman, IPA dengan iman, Art dengan iman, maka itu berarti anda baru mengintegrasikan antara PART OF LEARNING dengan faith. Jadi bukan integrasi learning dengan faith. Kalimat ini, kami percaya, membuat Anda semakin bingung bukan.

Di dalam artikel ini, kami akan mencoba menggambarkan bagaimana sebenarnya ILFP itu akan kita ajarkan kepada anak-anak didik kami.

Didalam setiap pengajaran, kami senantiasa memulai dari bertolak dari pada penciptaan.

Tuhan menciptakan dunia ini 6 hari lamanya. Pada hari ketiga, Tuhan menciptakan tanaman. Ada tanaman besar yang dapat menimbulkan suasana teduh, ada pula tanaman yang sangat kecil seperti rumput. Ada tanaman yang berbunga, ada tanaman yang berbuah. Ada tanaman yang memiliki daun bergerigi, seperti hati atau seperti panjang menjurai seperti daun kelapa.

Bunga yang dihasilkan oleh setiap tanaman berbagai bentuk dan warna. Demikian pula buahnya.

Haruskah Tuhan menciptakan tanaman itu bervariasi bentuk dan berwarna-warni? Bisakah Tuhan menciptakan tanaman ini semuanya sama besar, sama bentuk dan tanpa warna? Bukankah tujuannya “hanya” untuk menjadi tempat berteduh dan bahan makanan binatang dan manusia saja? Pernahkah kita membayangkan, bahwa seluruh tanaman yang ada ini sama besar, bentuknya semua sama, misalnya seperti semak-semak, lalu daun, bunga dan buahnya semuanya memiliki warna yang sama dengan bumi, yaitu abu-abu kehitaman? Pasti mengerikan bukan? Dan yang pasti, di Kejadian 1 ayat 12, tidak akan tertuliskan: “Allah melihat bahwa semuanya baik”.

Dari sinilah, kami mengajak para siswa kami untuk melihat, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berjiwa seni. Tuhan memiliki keindahan dan keserasian yang luar biasa. Seandainya Tuhan kami tidak memiliki jiwa seni, maka kami bisa membayangkan betapa gelapnya dunia ciptaanNya. Kami menjelaskan semua ini didalam mata pelajaran Art. Bahwa kami, yang diciptakan sesuai dengan gambar Allah, kami pun memiliki jiwa ini. Kami akan memulai untuk menggali apa yang telah Tuhan berikan kepada kami.

Kemudian kami mengajak para siswa untuk kembali melihat warna-warna yang ada pada bunga.

Kami akan menunjukkan kepada siswa sekelompok bunga yang berwarna merah, bunga yang berwarna putih, bunga yang berwarna ungu dst. Lalu kami katakan bahwa kelompok bunga yang satu memiliki warna yang berbeda dengan kelompok bunga yang lain. Manusia kemudian menamai warna kelompok yang satu dengan warna merah, kelompok kedua dengan warna putih dst. Dari sini pula, manusia kemudian mencoba untuk mencontoh dengan membuat baju berwarna merah, dinding rumah berwarna putih dst.

Nah, inilah perbedaan cara pengajaran kami. Kami tidak mengajarkan: “anak-anak ini warna merah. Coba cari di kelas ini, apakah ada yang warna merah? Coba cari dihalaman sekolah, apakah ada bunga yang warna merah?”. Kami tidak menggunakan cara ini, karena cara ini adalah membuat siswa berpikir, bahwa warna merah itu adalah dari saya, dan sekarang saya melihat ciptaan Tuhan.

Selain warna, seperti yang telah kami ungkapkan sebelumnya, kami juga mengajak anak untuk melihat bentuk dari tanaman yang ada. Ada daun yang lonjong, ada yang seperti hati, ada yang seperti tangan.

Dari daun-daun yang ada, kita lalu menunjukkan, bahwa daun memiliki struktur yang berbeda dari pada bunga. Daun tidak mudah jatuh, sedangkan bunga lebih mudah jatuh. Sisi kiri dan sisi kanan daun tampak sama atau hampir sama. Sedangkan kelopak bunga, biasanya atau hampir semuanya memiliki jumlah kelopak yang ganjil. Dari sini, kita mengajarkan kepada anak-anak didik kita, bahwa ada suatu sifat yang kemudian oleh manusia disebut dengan sifat simetri. Kemudian kita ajak anak-anak untuk melihat sisi simetri dari tubuh manusia. Sifat simetri ini kemudian dikembangkan oleh manusia untuk membuat pintu yang simetri dst.

Lalu bagaimanakah kita mengajarkan bentuk-bentuk seperti segitiga, segiempat dst? Untuk hal ini, kami juga menggunakan metode yang tetap sama. Yaitu dengan berangkat dari titik penciptaan.

Tuhan menciptakan bumi, bulan, dan segala sesuatu yang berada di dalamnya. Kemudian kami akan menunjukkan beberapa benda seperti batu, buah apel, kerang, dan ciptaan lain yang memiliki bentuk serupa. Setelah itu kami akan mengajak anak-anak didik kami untuk melihat kesamaan apa yang dapat mereka lihat dari sekumpulan benda tersebut. Kami akan mengarahkan kalau bentuk (shape) dari benda-benda tersebut sama. Manusia kemudian menamakan bentuk tersebut dengan bentuk bulat atau bola. Dari bentuk ini, apabila kita potong, maka akan tampak bentuk lingkaran. Dari lingkaran, kemudian, kita bisa menggambar boneka-boneka yang lucu. Dari sini manusia kemudian mengembangkan lagi, mencontoh ciptaan Tuhan, benda-benda yang berbentuk bulat. Seperti cermin, lampu dst.

Hal-hal yang berkaitan dengan natur dari pada bentuk (shape) dan warna akan kami tekankan kepada anak untuk bidang natural science (IPA). Sedangkan sifat-sifat dari pada bentuk (shape) akan kami focuskan untuk bidang matematika. Kemudian segala sesuatu yang bersangkut paut dengan kata-kata sukar (vocabulary) mengenai bentuk dan warna akan kami ulas di bidang bahasa. Sedangkan bagaimana kita membuat komposisi warna dan bentuk yang harmonis, akan kami ajarkan kepada anak didik kami di bidang Art (kerajinan tangan dan juga menggambar).

Dari cara-cara yang kami uraikan diatas, kami berharap, anak-anak didik kami senantiasa mengerti dan memahami bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan Tuhan dengan begitu baik dan sempurna. Kita sebagai manusia akan belajar untuk menyelediki dan mengerti ciptaan Tuhan. Dan akhirnya kita berharap, dengan semakin mengertinya anak-anak didik kami akan ciptaan Tuhan, mereka akan semakin dapat memuliakan Tuhan.

Dari penjelasan singkat kami tentang apakah itu Integration Learning, Faith and Practice, kita melihat bahwa didalam belajar, kita tidak bisa mengkotak-kotakkan materi pembelajaran. Semua menjadi satu kesatuan dimana Iman menjadi dasar pijak kita untuk belajar.

  • LOGOS Christian School

    Andhika Plaza C/10-11, Simpang Dukuh 38-40
    Surabaya 60275
    +62 31 545 2244
    +62 852 3200 3300
    info@logos.sch.id

  • Newsletter

    Latest LOGOS news delivered to your inbox